Punya Ide Bisnis? Mari Tentukan Langkah Pertamanya

Dari Ide ke Langkah Pertama yang Terarah

Punya ide bisnis atau sudah mulai berjualan, tetapi bingung mana yang harus didahulukan? Kita mulai dari hal yang paling penting: siapa pelanggan Anda, apa yang dijual, risiko apa yang perlu diamankan, dan target 90 hari ke depan. Setelah itu, kami bantu menyusun urutan legalitas, brand, administrasi, dan kanal penjualan sesuai kemampuan tim serta anggaran.

01

Petakan Model & Target Pelanggan

Perjelas masalah pelanggan, penawaran, sumber pendapatan, kanal, dan target 90 hari.

Pilih Bentuk Usaha

Bandingkan PT, PT Perorangan, CV, atau opsi lain berdasarkan pendiri, risiko, dan rencana tumbuh.

02

Siapkan NIB & Perizinan

Petakan KBLI, risiko kegiatan, NIB, dan izin lanjutan sebelum operasional diperluas.

03

Bangun Identitas yang Dapat Dijual

Tentukan positioning, pesan, nama, dan kebutuhan perlindungan merek sejak awal.

04

Siapkan Website Minimum

Bangun pusat informasi dan konversi yang menjelaskan penawaran serta memudahkan calon pelanggan menghubungi Anda.

05

Mulai Administrasi Keuangan

Pisahkan transaksi, simpan bukti, dan bentuk kebiasaan pembukuan agar keputusan berikutnya lebih mudah.

06

Pertanyaan untuk Tahap Start

Gunakan jawaban berikut untuk mengenali kondisi awal. Saran yang lebih spesifik akan kami berikan setelah kebutuhan dan data bisnis ditinjau.

Siap Melangkah ke Tahap Start?

Ceritakan posisi bisnis, hambatan utama, target, tim, dan anggaran. Kami akan membantu Anda menentukan prioritas serta urutan layanan yang sesuai.

Tidak selalu. Pilihan bentuk usaha bergantung pada jumlah pendiri, risiko, target kontrak, pendanaan, dan pertumbuhan. Pemetaan awal membantu memilih waktu yang tepat.

Urutannya mengikuti risiko dan model penjualan. Kegiatan yang memerlukan izin perlu diprioritaskan, sementara positioning dapat dikembangkan paralel untuk validasi pasar.

Website berguna ketika calon pelanggan perlu memeriksa kredibilitas, membandingkan layanan, atau mengirim permintaan. Versi awal dapat dibuat fokus pada kebutuhan utama.

Rumi tidak menetapkan angka sebelum kebutuhan dipetakan. Proposal akan memisahkan jasa, biaya resmi, lisensi, iklan, dan pihak ketiga.

Tidak. Rumi menyusun prioritas agar pekerjaan dapat dijalankan bertahap sesuai risiko, kesiapan tim, dan anggaran.

Keluaran dapat berupa diagnosis awal, prioritas, urutan kerja, layanan sesuai, asumsi, dan data yang masih perlu dilengkapi.