Diperbarui 14 Agustus 2026. KBLI adalah standar nasional untuk mengelompokkan aktivitas ekonomi. BPS merilis KBLI 2025 sebagai pembaruan KBLI 2020, dan pada 2026 tersedia tabel konversi serta proses implementasi dalam perizinan berusaha berbasis risiko.

Mulai dari kegiatan, bukan nama brand

Satu brand dapat menjalankan beberapa aktivitas. Contohnya, perusahaan dapat memproduksi barang, menjual secara eceran, memberi jasa konsultasi, dan mengoperasikan platform. Setiap aktivitas perlu dijelaskan secara terpisah sebelum mencari kode.

Gunakan lima lapisan pemeriksaan

  1. Objek: barang, jasa, informasi, atau aset apa yang ditawarkan?
  2. Proses: apakah memproduksi, mengolah, memperdagangkan, menyewakan, atau memberi jasa?
  3. Pelanggan: konsumen akhir, bisnis, pemerintah, atau pengguna platform?
  4. Kanal dan lokasi: toko, online, pabrik, kantor, proyek, atau tempat pelanggan?
  5. Sumber pendapatan: penjualan, fee, komisi, langganan, sewa, atau proyek?

Baca uraian lengkap

Jangan berhenti pada judul kode. Periksa cakupan kegiatan, contoh, serta aktivitas yang dikecualikan. Dua kode dengan istilah mirip dapat memiliki konsekuensi perizinan berbeda karena proses atau objeknya tidak sama.

Pisahkan kegiatan utama dan penunjang

Kegiatan utama adalah sumber nilai dan pendapatan inti. Kegiatan penunjang perlu dicatat bila memang dilakukan dan relevan dengan administrasi atau izin. Hindari menambahkan kode yang tidak akan dijalankan hanya untuk berjaga-jaga.

Periksa konsistensi lintas dokumen

KBLI perlu selaras dengan maksud dan tujuan badan usaha, data OSS, kontrak, profil perusahaan, lokasi, produk, dan aktivitas nyata. Jika bisnis lama beralih dari KBLI 2020 ke KBLI 2025, gunakan tabel konversi sebagai titik awal lalu tetap periksa uraian kode baru.

Contoh pertanyaan validasi

Sumber resmi

Rumi dapat membantu menerjemahkan aktivitas usaha menjadi bahan pemeriksaan. Pelajari pendampingan NIB, OSS, dan KBLI.